Marketing Langit – Mendobrak Kebuntuan Usaha Anda

Marketing Langit bukanlah suatu teknik yang mudah dilakukan sembarang orang, tidak pula hanya “pengusaha sukses” saja yang melakukan ini. Karena teknik yang satu ini ternyata dilakukan bukan dengan cara-cara duniawi (seperti namanya, bukan ilmu marketing, ilmu closing, copywriting, Dll), dan keefektifannya tidak dapat diukur dengan angka. Anda bingung? Awalnya saya juga bingung..

marketing langin mendobrak kebuntuan usaha andaPengusaha-pengusaha sukses yang beromset ratusan juta hingga milyaran, lejitan omset mereka terjadi ketika mempraktekkan ilmu ini. Bahkan sebagian dari mereka sukses bangkit dari lilitan hutang yang jumlahnya luarbiasa mencekik. Dan perlu diingat, bahwa bagi mereka yang telah menyadari kedahsyatannya, ilmu ini bukan lagi sebagai jurus pembuka usaha maupun jurus pamungkas tetapi amalan yang harus dilakukan sepanjang usia bisnisnya..

Lalu Tahukah Anda Marketing Langit itu Apa Saja?

Saya akan memberikan beberapa contoh yang sangat simpel, mudah dilakukan oleh semua orang termasuk Anda, yaitu diantaranya:

  • Istri yang taat terhadap suami / suami yang sayang kepada istrinya (keharmonisan keluarga)
  • Melaksanakan ibadah wajib, dalam islam yaitu sholat 5 waktu tanpa menunda
  • Melengkapi ibadah dengan sunnah, seperti sholat dhuha dan tahajud
  • Menyisihkan harta untuk bersedekah / berzakat
  • Berbakti kepada orangtua
  • Mengunjungi teman, saudara dan tetangga (bersilaturahmi)
  • dll

Nah, Anda pasti sudah memiliki gambaran mengenai marketing langit ini, pasti bisa menguraikan “dll” tersebut dengan kegiatan lain yang lebih nyata. Dan Anda pasti sangat-sangat setuju teknik istimewa ini sangat mudah, mudah dan mudah sekali dilakukan. Karena ternyata semua bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, juga tanpa modal.

Bagaimana Hubungannya dengan Ledakan Omset?

Sekali lagi, teknik ini tidak bisa “diangkakan” keberhasilannya yang artinya tidak akan masuk ke dalam analisis usaha model apapun. Hanya Anda yang sadar, berprasangka baik dan ikhlas akan mendapatkan manfaatnya, berikut ini gambaran singkat hubungan cara-cara marketing langit tersebut di atas dengan omset usaha Anda:

Keharmonisan keluarga

Pernahkan Anda mendengar, “Pria hebat karena ada wanita hebat di belakangnya”? dan ternyata, rejekinya suami itu tergantung dari istrinya. Istri yang solehah dan mentaati suami akan mempermudah datangnya rejeki suami. Tahukah Anda, ada 9 ciri-ciri seorang istri yang dapat membuka pintu rejeki untuk suaminya? Simak saja:

  1. Paling utama tentu saja istri yang cinta dan taat kepada tuhan, dalam islam taat kepada Allah dan Rasulnya
  2. Istri yang taat kepada ucapan suaminya
  3. Istri yang melayani dan memenuhi kebutuhan suaminya dengan baik
  4. Istri yang pandai merawat tubuh dan berhias hanya untuk suaminya tercinta
  5. Istri yang menjaga kehormatan dirinya sendiri, kehormatan suami, dan menjaga harta suaminya (termasuk tidak berfoya-foya)
  6. Istri yang izin / meminta ridho suaminya dalam melakukan sesuatu
  7. Istri yang ikhlas menerima nafkah dan pemberian suaminya, bersyukur
  8. Istri yang ikut serta dalam usaha suaminya, bersama-sama mengembangkan usaha dan meraih ridho-Nya
  9. Istri yang tanpa putus mendoakan kebaikan bagi suaminya

Dan bagi suami yang memiliki usaha, memperlakukan istrinya dengan penuh kasih sayang, memenuhi haknya dan memperlakukannya dengan lembut akan menciptakan ketenangan dalam rumah tangga. Ketenangan inilah yang akan menciptakan kemudahan suami sendiri dalam berfikir dan bekerja. Energi positif dalam keluarga juga membawa energi positif bagi usaha yang dijalankan, akibatnya akan mengundang rejeki dari segala penjuru.

Melaksanakan Ibadah Wajib Awal Waktu

Ketika Saya dan Anda tidak menunda-nunda sholat wajib 5 waktu nicaya Allah tidak pula menunda segala kemudahan dalam hidup kita. Setuju? Lalu bagaimana caranya? Seorang laki-laki lebih utama sholat di masjid secara berjamaah di awal waktu. Dan untuk wanita lebih utama mengerjakan di rumah, apabila hendak berjamaah di masjid haruslah dengan izin suami terlebih dahulu.

Tahukah Anda, menunda-nunda ibadah wajib atau bahkan meninggalkannya dapat menutup pintu rejeki? Berikut adalah penyebab-penyebab yang lain sehingga rejeki kita akan seret, jika kita masih memelihara 10 perkara ini (semuanya akibat perbuatan sendiri)!!

  • Menyekutukan Allah, berbuat syirik, perdukunan dan ramalan
  • Menunda-nunda atau meninggalkan ibadah wajib
  • Durhaka kepada ayah dan ibu, membantah, berkata kasar, bahkan memukul, dsb
  • Mendekati dan melakukan zina, apapun bentuknya
  • Mencari harta dari cara-cara yang haram, seperti bermain judi, menipu, dsb
  • Meminum / makan barang haram, contohnya arak, daging babi, dsb
  • Memutus hubungan dengan orang lain
  • Bersaksi palsu / menuduh dan memfitnah orang yang tidak pernah melakukan
  • Kikir pelit bikin nylekitt! Awas seret beneran rezekinya
  • Membicarakan orang di belakang, ghibah / gosip

Melengkapi Ibadah dengan Sunnah

Bukan lagi rahasia kalau amalan-amalan sunnah dapat membuka pintu-pintu rejeki dari segala penjuru dan tidak terduga-duga datangnya. Sholat tahajud dan dhuha merupakan contoh sunnah yang dianjurkan untuk membuka pintu rejeki.

Semaksimal apapun usaha yang Anda lakukan, jika Allah memberi rejeki segitu ya pasti segitu dan tidak akan meningkat. Tetapi dengan tahajud dan dhuha akan berbeda, artinya amalan sunnah ini adalah ikhtiar dari marketing langit untuk meminta jatah lebih dari rejeki yang telah ditetapkan, mempercepatnya dan mendatangkan dari arah yang tidak diduga-duga.

Bersedekah dan Berzakat

Sungguh, harta yang Saya dan Anda sedekahkan pada hakikatnya tidaklah berkurang. Dengan niat ikhlas, maka Allah akan melipatgandakan sejumlah yang kita keluarkan di kemudian hari. Tapi uniknya, Allah tidak selalu menggantinya dengan harta juga tetapi dengan sesuatu yang kita butuhkan, bisa saja berupa keselamatan, kesehatan, keharmonisan rumah tangga, anak yang soleh / sholehah dan sebagainya. Semuanya ini akan berujung pada manuver kita dalam menjalankan usaha dan meraih keuntungan. Benar lagi atau benar?

“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sehingga kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai…” (QS. Ali-Imran 3:92)

Karena sesungguhnya di dalam harta kita ada hak orang lain, dan kita wajib mensucikannya dengan bersedekah. Dan doa dari orang-orang fakir-miskin akan dikabulkan oleh Allah. Bayangkan, Jika Anda menyedekahkan 10 bungkus nasi kepada 10 orang fakir-miskin dan 6 orang diantaranya ikhlas mendoakan kesehatan kita, kelapangan rejeki kita, keselamatan kita, atau keharmonisan keluarga kita.. Berapa banyak nikmat yang akan kita terima dari doa-doa yang dikabulkan itu??

Sedikit kisah, dulu ketika saya masih lajang dan dihimpit kesulitan ekonomi, tinggal jauh dari orang tua dan ngontak di kamar seukuran 4 x 4. Hal pertama yang saya lakukan adalah bertobat, untuk membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah saya lakukan sebelumnya. Setelah itu memperbaiki shalat wajib dan melengkapinya dengan sunnah. Ditambah lagi, aku sisihkan uang yang aku dapat dari berjualan martabak mini (laba yang tidak seberapa karena kurang laris) untuk bersedekah. Akibatnya saya bangkrut dan berhenti dari jualan martabak!

Tapi ternyata rejeki ada saja yang datang, contohnya pemilik kos sering mengirim makanan (cukup untuk bertahan hidup) padahal ia tidak tahu kondisi saya. Dan puncaknya, Saya seperti ditunjukkan jalan untuk memulai tako online. Modal pun datang dengan sendirinya, saat itu saya nekat ikut arisan dan ternyata dapat duluan. Modal dari arisan itulah yang aku putar untuk berjualan tas handmade. Sampai sekarang!

Tips bersedekah yang baik yaitu, lakukan dengan ikhlas setiap hari dengan jumlah kecil lebih baik daripada bersedekah sekali-kali (atau bahkan hanya sekali) dengan jumlah besar. Lakukan setiap hari di awal hari (setelah subuh) tanpa terputus, lakukan dengan jumlah semampu Anda. Untuk pemula, Anda bisa mengawali sedekah 1000 (atau nominal terkecil lainnya) dalam 40 hari dan rasakan perubahannya.

Mendapatkan Ridho Orangtua

“Ridho orang tua merupakan ridho Allah juga” Karena inilah, ayo Anda kunjungi orang tua Anda minggu ini juga, dan katakan kepada mereka “Bu/Pak, saya ingin usaha toko online jualan tas handmade, mohon ridhonya”.

Mengapa harus demikian? tahukan Anda, bisa jadi orang tua kita memiliki harapan yang berbeda dari apa yang kita lakukan. Misalkan saja, Orang tua Anda mengharapkan Anda menjadi PNS sedangkan Anda sendiri ingin memulai usaha, jelas ini tidak klop! Karenanya, datanglah dan beri orang tua Anda pengertian, samakan keinginan dan dapatkan ridhonya agar Allah juga meridhoi usaha Anda!

Maka, ketika Ibu mendoakan kita dengan tepat dan benar (agar toko online Anda maju, bukan untuk jadi PNS). Hanya menunggu waktu saja omset Anda akan meledak. Doa orang tua dilawan.. manjur banget tuh!

Bersilaturahmi

Marketing langit terakhir dalam pembahasan kali ini yaitu menyambung tali silaturahmi, mengunjungi tetangga maupun saudara. Mengikat hubungan kekeluargaan dan mengeratkan batin antara manusia, saling menghormati dan saling memberi. Bukan tidak mungkin pintu rejeki Saya maupun Anda berasal dari mereka, juga doa-doa mereka.

Apabila Anda cermati uraian-uraian di atas, ketika Anda melibatkan “kekuatan dari langit” dalam usaha Anda maka akan Anda dapatkan timbal balik yang lebih besar. Sebesar apapun usaha dan rencana yang Anda lakukan, apabila Allah tidak meridhoi maka hanya sia-sia dan lelah yang diperoleh. Mulailah dengan marketing langit terlebih dahulu kemudian marketing duniawi, mulailah dengan Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus..

Melakukan bisnis dengan baik dan jujur juga menjadi kunci keberhasilan, dan bersyukurlah atas segala pencapaian..  Ayo mulai membuka usaha sendiri , bisa melihat peluang di sekitar Anda maupun menjadi member kami. KEPO-in cara bergabungnya melalui link di bawah ini, dan dapatkan banyak manfaatnya. Pasti bisa!

Menjadi Member
Silahkan Anda SHARE artikel ini agar lebih bermanfaat:
123